Menteri Kehutanan Marzuki Usman belum memutuskan untuk mengganti Sekjen Departemen Kehutanan Suripto. Yang pasti, dia berkeinginan membangun sebuah sistem di Departemen Kehutanan (Dephut), yaitu pelaku pelanggaran peraturan dihukum. "Sehingga jelas dan transparan," katanya usai serah terima jabatan Menhut dari Nur Mahmudi Isma'il kepada Marzuki Usman, Senin (19/3) di Jakarta.
Sementara, Suripto menyatakan dirinya siap bekerja sama dengan Marzuki. Tetapi, dia juga siap bila sewaktu-waktu diganti. "Sebagai anak buah saya ikut komandan. Dan komandan saya adalah menteri," katanya.
Sebelum memberhentikan Nur Mahmudi dari posisinya sebagai Menhut, Presiden Abdurrahman Wahid berkali-kali meminta agar Suripto diganti. Namun keinginan itu tidak dipenuhi karena Nur Mahmudi menilai alasan pemberhentiannya tidak kuat. "Kalau sejak Presiden menyatakan karena perbedaan visi, saya akan cepat menggantinya. Tetapi kalau karena tuduhan-tuduhan yang saya tahu tidak benar, saya tidak bisa melakukannya," tutur Nur Mahmudi pekan lalu.
Tuduhan yang dilontarkan Presiden terhadap Suripto adalah bersama dengan mantan Danjen Kopassus Moechdi PR merancang makar untuk menggulingkan Presiden. Serta membantu pelarian Hutomo Mandala Putra atau Tommy Soeharto, dan berkonspirasi dengan TNI menyelundupkan kayu gelondongan (log) ke luar negeri, dan menggerakkan aksi mahasiswa.
Menanggapi tuduhan tersebut, Suripto menyatakan akan melakukan klarifikasi ke berbagai pihak. "Saya akan minta klarifikasi ke Kejaksaan Agung terhadap tuduhan makar," katanya, kemarin.
Untuk tuduhan membantu penyelundupan log, Suripto akan meminta klarifikasi dari TNI. Sedangkan terhadap tuduhan menggerakkan aksi mahasiswa, dia akan meminta klarifikasi kepada Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM).
Menjawab pertanyaan wartawan tentang keinginan Presiden mengganti Suripto, Marzuki Usman menyatakan, "Kalau you mau cari tahu yang di kepala Gus Dur, tanya Gus Dur dong."
Sementara itu, Nur Mahmudi mengharapkan agar pemberantasan KKN dilanjutkan. (ely). (Sumber : Kompas, Selasa, 20 Maret 2001)
Tuesday, March 20, 2001
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

No comments:
Post a Comment